Kegiatan pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau kebijakan pendidikan nasional serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional dan/atau melalui kegiatan kolektif guru.


Kegiatan Pengembangan Diri bertujuan untuk:

  1. Pengembangan diri, untuk mencapai kompetensi dasar yang disyaratkan bagi profesi guru.
  2. Pengembangan diri untuk pendalaman dan pemutakhiran pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan kompetensinya sebagai guru.
  3. Peningkatan keterampilan dan kemampuan guru untuk menghasilkan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif.
  4. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan tugas-tugas tambahan yang menunjang pengembangan karirnya sebagai guru.
  5. Pemenuhan kegiatan lain yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan guru saat ini dan di masa mendatang..

Adapun Pengembangan Diri terdiri dari Diklat Fungsional Guru dan Kegialan Kolektif Guru

A. Diklat Funsional:

Diklat fungsional adalah merupakan upaya peningkatan kompetensi guru dan/atau pemantapan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan sesuai dengan profesi, yang bermanfaat dalam pelaksanaan tugas. Diklat dapat dilaksanakan secara tatap muka maupun jarak jauh, diklat jarak jauh dapat dilakukan dengan korespondensi atau berbasis dalam jaringan (daring). Jenis diklat dapat berupa pelatihan, penataran, bimbingan teknis, bimbingan karier, kursus, magang atau bentuk lain yang diakui oleh instansi yang berwenang. Keikutsertaan dalam diklat tersebut dibuktikan dengan adanya surat tugas, sertifikat, surat keterangan dan sejenisnya. Guru dapat mengikuti kegiatan diklat fungsional, atas dasar penugasan baik oleh kepala sekolah atau institusi yang lain, maupun atas kehendak sendiri dari guru yang bersangkutan.
Untuk keperluan pemberian angka kredit, bukti fisik yang harus disertakan adalah sebagai berikut.

a. Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah atau instansi lain yang terkait, yang telah disahkan oleh kepala sekolah. Apabila penugasan bukan dari kepala sekolah (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti diklat fungsional dari kepala sekolah.

b. Fotokopi sertifikat diklat yang disahkan oleh kepala sekolah.

c. Laporan hasil pelatihan yang dibuat oleh guru yang bersangkutan.

Berikut adalah contoh pelaporan Pengembangan Diri:

  1. 2016_Laporan Diklat Fungsional Guru_WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GPAI SMK_Kemenag RI_Peserta
  2. 2018_Laporan Diklat Funsional Guru_PRODUKSI MEDIA PEMBELAJARAN_BTKP DIY_Peserta
  3. 2020_Laporan Diklat Fungsional Guru_Diklat E-SHORT COURSE COMIC STRIP_BDK Semarang_Peserta
  4. 2020_Laporan Diklat Fungsional Guru_DIKLAT PUBLIKASI ILMIAH_BDK Semarang_Peserta
  5. 2020_Laporan Diklat Fungsional Guru_Program Pengentasan TBTQ_Kemenag RI_Peserta

 

B. Kegiatan Kolektif Guru

Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan. Macam kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan-kegiatan berikut:

  1. Mengikuti kegiatan ilmiah di KKG/MGMP atau organisasai profesi guru. Kegiatan Ilmiah tersebut dapat berupa penyusunan perangkat kurikulum dan/atau kegiatan pembelajaran termasuk pembelajaran berbasis teknologi informasi, penilaian, pengembangan media pembelajaran, dan/atau kegiatan lainnya untuk kegiatan pengembangan keprofesian guru.
  2. Mengikuti seminar, lokakarya, koloqium, diskusi panel, in house training (<30 jam) atau bentuk pertemuan ilmiah lainnya, baik sebagai pembahas maupun sebagai
    peserta. Tidak termasuk seminar laporan hasil penelitian yang dilakukan guru tersebut.
  3. Mengikuti kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru terkait dengan pengembangan keprofesiannya. Guru dapat mengikuti kegiatan kolektif atas dasar penugasan baik oleh kepala sekolah atau institusi yang lain, atau atas kehendak sendiri.

Bukti fisik yang harus disertakan untuk penilaian angka kredit tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah atau instansi lain yang terkait. Apabila penugasan dari institusi lain atau kehendak sendiri harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti kegiatan dari kepala sekolah,
  2. Fotokopi sertifikat atau surat keterangan telah melaksanakan pengembangan diri dari penyelenggara kegiatan yang disahkan oleh kepala sekolah. c) Laporan setiap kegiatan yang dibuat oleh guru yang bersangkutan.

Berikut adalah contoh pelaporan Kegiatan Kolektif Guru:

  1. 2015_Kegiatan Kolektif Guru_SIMPOSIUM NASIONAL_Kemdikbud RI_Peserta
  2. 2017_Kegiatan Kolektif Guru_PENGEMBANGAN TIK PEMBELAJARAN_MGMP PAI SMK KOTA YOGYAKARTA_Pemateri
  3. 2017_Kegiatan Kolektif Guru_PEMBERDAYAAN MGMP_Balai Dikmen Bantul_Peserta
  4. 2019_Kegiatan Kolektif Guru _LITERASI PUISI_KKG PAI DIY_Peserta
  5. 2019_Kegiatan Kolektif Guru_WORKSHOP PRODUKSI ALAT PERAGA PAI_MGMP PAI SMK DIY_Pemateri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *