Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Alhamdulillahi Rabbil’alamin, puji syukur atas limpahan kasih sayang-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan berkarya di bumi-Nya yang indah.

Shalawat dan salam kesejahteraan atas panutan, uswah hasanah (suri tauladan): Nabi Muhammad saw., semoga tercurahkan juga kepada keluarganya, sahabat dan umatnya. Aamiin

Pemirsa yang baik hati

Pada kesempatan ini saya sampaikan sebuah materi singkat dengan tema: Mind Set (merubah pola pikir).

Alkisah seekor anak anjing dan seekor anak kancil terjerembab pada sebuah lubang sedalam 2,5 meter di sebuah hutan. Mengetahui kondisi masing-masing yang terperangkap di dalam lubang dan tidak bisa naik sendiri, maka keduanya minta tolong dengan bersuara sesuai gayanya. Beberapa saat kemuadian datanglah seekor gajah mencoba untuk menolong mereka seraya mengambil tanah dengan belalainya untuk kemudian dimasukkan ke dalam lubang, harapnnya setelah lubang terurug tanah maka anak anjing dan anak kancil dapat naik dan selamat sampai di atas. Sayangnya, anak anjing selalu menyalak setiap kali terkena lemparan tanah dari sang gajah dan membuatnya selalu emosi dan hilang kendali, tidak terima atas perlakuan yang menimpanya, dan…akhirnya dia mati terkubur tanah. Lain halnya dengan anak kancil, ia secara cerdik mencoba menghindari urugan tanah oleh sang gajah (walaupun terkadang mengenai tubuhnya), bergerak lincah ke kanan-kiri untuk menyelamatkan diri, dan…akhirnya ia pun selamat sampai atas setelah lubang dipenuhi tanah urug oleh sang gajah. Bertemulah ia dengan sang gajah yang telah menyelamatkan hidupnya dan mengucapkan terima kasih atas pertolongannya.

Ilustrasi tersebut menggambarkan betapa manusia ketika ditimpakan sesuatu yang menyakitkan kepadanya (mungkin berupa cobaan semisal kekhawatiran, kekurangan materi, rasa sakit, galau, …) terkadang hanya keluh kesah, mengerutu, emosi bahkan frustasi sehingga akal sehatnya tidak lagi berjalan secara normal, atau kebanyakan orang bilang ‘menuruti hawa nafsunya’ sehingga hanya kesengsaraan yang didapati dalam hidupnya, dan ‘mati sebelum mati’ (kehilangan orientasi hidup). Namun berbeda bagi orang yang maumenggunakan akal sehatnya bahwa segala apa yang menimpa pada dirinya entah rasa susah, rasa sakit, letih lesu, … adalah suatu dinamika dan cobaan hidup yang harus dilewati. Berkeyakinan bahwa di dalam kesulitan ada kemudahan, di dalam kesusahan ada kebahagiaan, di dalam musibah ada hikmah, di dalam ujian ada anugerah. Pola pikir lah yang menjadi kuncinya dalam menghadapi suatu peristiwa.

Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya, terima kasih atas kesempatannya, semoga bermanfaat bagi kita semua:

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *